Kebijakan kenaikan atau penurunan suku bunga umumnya diberlakukan oleh bank sentral sebagai alat untuk mengatur laju pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Dalam konteks investasi, perubahan suku bunga memiliki implikasi luas karena tergolong risiko sistemik yang berdampak pada seluruh instrumen keuangan. Oleh sebab itu, penting bagi investor untuk memiliki pemahaman mendalam serta strategi yang tepat guna mengantisipasi dampak dari kenaikan suku bunga terhadap portofolio, termasuk dalam hal investasi deposito.
Kenaikan suku bunga tidak hanya memengaruhi aspek makro ekonomi, tetapi juga secara langsung berdampak pada keputusan individu dalam menempatkan dana. Investor perlu mengevaluasi kembali strategi alokasi aset, mempertimbangkan ulang instrumen yang digunakan, serta mengkaji risiko dan potensi imbal hasil dari masing-masing produk yang dipilih. Dengan strategi yang tepat, kenaikan suku bunga justru bisa menjadi peluang untuk memperkuat posisi keuangan dan mencapai tujuan investasi yang diharapkan.
Apa yang Terjadi Ketika Suku Bunga Naik

https://www.freepik.com/free-ai-image/3d-rendering-money-tree_209305396.htm
Kenaikan suku bunga biasanya menjadi sinyal bahwa otoritas moneter tengah berupaya menekan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi. Dampaknya akan terasa pada berbagai sektor, termasuk investasi dan konsumsi masyarakat.
1. Penurunan Minat Konsumsi
Kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman menjadi lebih tinggi, sehingga masyarakat cenderung menunda konsumsi besar, seperti pembelian properti atau kendaraan. Akibatnya, permintaan terhadap barang dan jasa atau daya beli masyarakat menurun dan menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi.
2. Peningkatan Return Instrumen Berbasis Bunga
Instrumen investasi yang bergantung pada tingkat suku bunga seperti obligasi jangka pendek dan deposito akan menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Ini mendorong investor untuk mengalihkan dananya ke instrumen yang relatif lebih aman, namun menawarkan return yang lebih pasti.
3. Tekanan pada Harga Saham
Kenaikan suku bunga menyebabkan biaya modal perusahaan naik dan margin laba menurun. Hal ini bisa berdampak negatif pada valuasi saham, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti properti dan perbankan. Investor biasanya menjadi lebih berhati-hati terhadap saham yang dinilai terlalu mahal atau tidak memberikan return tinggi.
Apa yang Terjadi Ketika Suku Bunga Turun
Penurunan suku bunga biasanya bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan merangsang konsumsi dan investasi. Kebijakan ini memiliki beberapa dampak penting terhadap dunia keuangan dan investasi.
1. Biaya Pinjaman Lebih Murah
Turunnya suku bunga berarti bunga pinjaman menjadi lebih rendah. Hal ini membuat masyarakat dan pelaku bisnis lebih terdorong untuk mengambil kredit guna membiayai konsumsi atau ekspansi usaha, yang pada akhirnya merangsang pertumbuhan ekonomi.
2. Return Investasi Konservatif Menurun
Imbal hasil dari instrumen konservatif seperti obligasi dan investasi deposito akan ikut menurun. Hal ini mendorong investor untuk mencari alternatif investasi dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dan berani mengambil risiko lebih besar.
3. Kenaikan Harga Aset
Suku bunga rendah membuat investor mencari instrumen yang dapat memberikan return lebih baik, seperti saham dan properti. Permintaan meningkat pada instrumen tersebut berakibat pada kenaikan harga pasar secara keseluruhan.
Dampak Peningkatan Suku Bunga
Kebijakan menaikkan suku bunga tidak hanya berdampak pada instrumen investasi, tetapi juga pada aspek makro dan mikro ekonomi.
1. Meningkatnya Nilai Tukar Mata Uang
Suku bunga tinggi membuat negara tersebut lebih menarik bagi investor asing, sehingga terjadi arus modal masuk dan penguatan nilai tukar mata uang domestik. Kondisi ini juga mempengaruhi harga impor dan daya saing produk lokal di pasar global.
2. Berkurangnya Inflasi
Dengan menekan jumlah uang beredar dan menurunkan permintaan agregat, kenaikan suku bunga membantu meredam laju inflasi. Harga-harga barang dan jasa menjadi lebih stabil, yang menguntungkan konsumen dalam jangka panjang.
3. Daya Saing Ekspor Menurun
Meskipun nilai tukar menguat, barang-barang ekspor dari negara tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Akibatnya, permintaan terhadap produk ekspor bisa menurun dan memengaruhi keseimbangan neraca perdagangan.
Salah satu alternatif investasi yang dapat dipertimbangkan saat suku bunga meningkat adalah investasi deposito. Hal ini karena bunga deposito di berbagai bank cenderung ikut naik mengikuti suku bunga acuan. Meski demikian, perlu diingat bahwa tingkat keuntungan dari deposito relatif rendah dan memiliki risiko tergerus oleh inflasi. Namun, deposito tetap menjadi pilihan ideal bagi investor yang memiliki tujuan keuangan jangka pendek dan mengutamakan keamanan dana. Salah satu platform yang menawarkan kemudahan dalam berinvestasi adalah Aplikasi digibank by DBS.
Aplikasi digibank by DBS juga menghadirkan berbagai fitur menarik untuk mendukung kesehatan finansial Anda, seperti analisis tren terkini untuk perencanaan finansial, akses ke panduan dari financial advisor, notifikasi pintar, serta kelas edukasi keuangan yang interaktif.
Tak hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan momentum pasar selama 24 jam penuh dengan layanan digital yang tersedia kapan saja melalui Aplikasi digibank by DBS. Bagi Anda yang memiliki aspirasi pengembangan investasi atau bisnis secara regional, jaringan DBS yang tersebar di seluruh Asia siap memberikan dukungan strategis.
Melalui Aplikasi digibank by DBS, Anda dapat mulai berinvestasi mulai dari Rp1 juta saja, menikmati bunga kompetitif hingga 5% p.a., serta menikmati kemudahan akses 24/7. Dana Anda juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dengan pilihan tenor fleksibel mulai dari 1, 3, 6, 9, hingga 12 bulan.
Sudah saatnya Anda mengambil langkah strategis dan aman melalui deposito di Aplikasi digibank by DBS. Temukan informasi selengkapnya di sini dan mulai investasi sekarang juga!