Penjelasan BMKG soal Penyebab Gempa M 3,7 di Cianjur pada Rabu Malam

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020). Diberitakan sebelumnya, BMKG mencatat gempa 3,7 Skala Richter (SR) mengguncang Cianjur pada pukul 21.41 WIB. Dikutip dari akun Twitter Humas BMKG, @InfoHumasBMKG, episenter gempa berada di darat pada jarak 22 km timur laut Cianjur dengan kedalaman 1 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, BMKG menyatakan gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat sesar lokal wilayah setempat. Gempa tersebut dirasakan di wilayah Cikalon Wetan, Kabupaten Bandung Barat dengan skala I II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda benda ringan yang digantung bergoyang). Gempa juga dirasakan di Plered Purwarakarta dengan skala II III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah).

BMKG menyatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa ini. Hasil monitoring BMKG, hingga pukul 22.20 WIB terdapat satu gempa susulan pada pukul 21.51 dengan kekuatan M 2,3. BMKG meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yg disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yg telah terverifikasi (IG/Twitter @infoBMKG atau @infohumasBMKG juga website atau ), atau melalui Mobile Apps (wrs bmkg atau infobmkg), " [email protected] Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG: MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang II MMI Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan ada truk berlalu.

IV MMI Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang barang terpelanting, tiang tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. VI MMI Getaran dirasakan oleh semua penduduk.

Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan. VII MMI Tiap tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan. VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen monumen roboh, air menjadi keruh. IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa pipa dalam rumah putus. MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap tiap sungai dan di tanah tanah yang curam. XI MMI Bangunan bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali. XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda benda terlempar ke udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *